Tubuhnya tercerai berai jawaban bom rakitanku yang berkekuatan besar.Dengan detonator via handphone di tanganku,enam ratus meter dari hotel Phantom Five,kami berhasil menghancurkan bangunan yang begitu kokoh.Kisah ini akan penulis jabarkan dengan sudut pandang legalisasi yaitu Aku(bukan penulis)
Setelah bom meledak dan memakan banyak korban,polisi heboh dengan kendaraan beroda empat bersirine masuk ke lokasi hotel.Aku dengan pakaian jas parlente,masuk ke lokasi police line dan berlagak menonton.Tidak ada satupun petugas yang tahu,bahwa akulah peledak bom itu bersama Zilham Khan yang tewas berkeping keping.Pikirku,Khan telah melaksanakan jihad dengan benar dan dia masuk surga.Demikian juga aku,Aku yang telah melaksanakan pembunuhan massal terhadap orang-orang kafir itu,telah mendapat pahala,dan di sediakan nirwana juga di alam abadi nanti.
Setelah 15 tahun saya keliling dunia menjadi teroris,aku bertemu dengan Kyai Haji Muhammad Muhtar di Afrika Selatan.Warga negara Afrika Selatan asal Makassar itu,kutemui di Mesjid Jami’Al Mutaqin di Jersey Hill,negeri Nelson Mandela itu.Saat itu saya mempersiapkan diri untuk melaksanakan pemboman kedutaan Amerika Serikat di ibukota Afrika Selatan.
Kyai Haji Muhammad Muhtar sudah 45 tahun tinggan di Afrika Selatan,beliau menjadi Kyai di tengah Minoritas pemeluk Islam di negeri itu. Kyai Haji Muhammad Muhtar secara mistik mendapat bisikan,bahwa saya yang bertemu dirinya disitu yakni teroris.Dengan cara yang lembut,santun dan penuh wibawa,Kyai mengajak saya berdoa.Mendoakan biar semua umat islam di seluruh dunia di beri kekuatan,keselamatan dan kebahagiaan.
‘’Kita harus mendoakan semua umat islam didunia,terutama bagi umat islam yang sedang di dzolimi oleh secara umum dikuasai non muslim manapun,’’desis Kyai Haji Muhammad Muhtar ,kepadaku,didekat mimbar masjid sederhana itu,sambil memutar tasbih.
‘’Islam itu agama yang rahmatan lilalamin,Rahmat seluruh alam semesta,bukan hanya manusia.Islam tidak mengajarkan permusuhan dan tidak pula mengajarkan kita untuk pendendam,’’ungkap Kyai,sambil tersenyum teduh.
Aku terkejut sehabis kyai pribadi menohok saya wacana keterlibatanku sebagai Teroris di Inggris.Kyai ini mempunyai ilmu sakti mandraguna,ilmu linuwih,waskita.Yang bisa melihat orang dari katuragan,bentuk tubuh,dan pancaran mata.
‘’Berhentilah menjadi teroris,bertobatlah.Kau bukan memperjuangkan islam,karena agama islam tidak mengajarkan penganutnya untuk membunuh.Apalagi membunuh orang-orang yang tidak bersalah.Membunuh yang bersalah saja dosa apalagi orang-orang yang tidak bersalah.Kalian mengkafirkan orang Barat,sementara perlakuan dan tindakan kalian justru yang kafir.Kau tidak mau masuk neraka kan? Neraka imbalan dari orang yang membunuh,apalagi membunh orang yang tidak berssalah,’’ungkap kyai,menatap tajam ke mataku.
‘’Bagaimana kyai tahu bahwa saya seorang teroris,sementara saya tidak pernah bercerita kepada siapapun wacana problem ini?’’tanyaku.
‘’Jangan ditanya saya tahu dari mana dan dari siapa.Yang jelas,sejak kita berkenalan,saya tahu bahwa anda yakni teroris dan terlibat pemboman yang membunuh dua puluh nyawa lebih di Inggris,’’jawabnya.
Batinku bergetar.Kyai asal indonesia yang telah usang menetap di Cape Town ini bukan insan biasa.Dia mempunyai ilmu linueih,berkemampuan supranatural yang tinggi.Dia mengetahui apa yang saya tidak tahu.Dia tahu apa yang saya tahu.Dia tahu apapun yang saya tidak tahu.
‘’Benar kyai,apa yang dikatakan kyai itu benar adanya.Saya peracik bom.peledak dengan detonator bom besar yang mematikan 20 orang lebih di Inggris itu.Disini banyak instalasi Inggris dan Amerika yang juga harus kami ledakkan,’’kataku terus terang.
‘’Batalkan niat itu,tolong jangan di teruskan.Saya tahu kalian akan meledakkan kedutaan Amerika Serikat di Cape Town dan juga kedutaan Inggris di Calvina,’’sorong kyai,menekankan.
Aku menunduk.Aku tidak kuasa menatap mata kyai yang teduh dan tajam menghujam jantungku.’’Tolong hentikan rencana itu dan beritahu teman-teman teroris yang lain,’’ungkap kyai.
Lama saya termenung.Aku memikirkan serta mempertimbangkan seruan kyai sakti ini.Tapi rencana pemboman sudah matang.Jam,tanggal,bulan sanksi sudah di sepakati.Bahkan,sudah di tetapkan.Bila saya mundur,aku akan di bunuh oleh teman-temanku.Pastilah saya dianggap penghianat dan berhenti sebagai Mujahidin.
‘’Kau seorang Mujahidin profesional,tapi kamu takut mati di tangan teman-temanmu sendiri?jangan takut,kematianmu masih jauh,teman-temanmu tidak akan berhasil membunuhmu,jika kamu membatalkan niat jahat itu.Kalian bukan melaksanakan tindakan Jihad,tetapi tindakan jahat.Hentikan,hentikan kini juga.Bertobatlah anakku,’’tutur kyai.
‘’Kyai berhasil membaca pikiranku dan menguasai batinku.Semua yang dikatakan kyai benar adanya,teman-temanku tidak bisa membatalkan ini.kalau saya membatalkan kini juga,pasti rencana ini gagal,pemboman itu tidak jadi di lakukan,’’imbuhku.
Maka itu,yang saya paling harapkan yakni dirimu terlebih dahulu.Jika kamu mundur dari rencana itu dan bertobat,pastilah teman-temanmu membatalkan sanksi itu dan semuanya akan mundur.Yang paling saya harapkan,semua sahabat temanmu itu bertobat,bertobat nasuhah, dan tidak mengulangi perbuatan itu kembali.
Kyai membimbing saya berdoa,memohon ampun kepada Allah Azza Wajalla.Kyai membasuh mukaku dengan air mineral dalam botol yang di punyainya.Air mineral itu di jampi-jampi,dimantrai dengan mantra warisan leluhurnya.Setelah di basuhkan ke wajahku,aku juga pribadi disuruh minum air yang tersisa.Setelah saya minum tenggorokan terasa masbodoh dan hatiku terasa begitu sejuk.
‘’Ambillah cincinku ini.Ini kerikil permata King Safir yang berisi Khodam,berisi ghaib yang akan melindungimu dari marabahaya.Bangsa Jin yang berada di dalam kerikil ini,bukan dia yang harus di kagumi,Tapi kagumilah Allah SWT yang membuat jin itu.Dan jinpun melakukkan zikrullah kepada Allah.Bukan dia yang menjadi benteng,dia hanya syarat,tapi Allahlah yang melindungimu,’’kata kyai.
Setelah memakaikan cincin King Safir itu di jari manis tangan kiriku,Pak Kyai membelai rambutku yang panjang dan meminta saya mencukur sedikit janggutku yang terlampau lebat.
‘’Jangan ada kumis,berjanggut saja,tapi jangan terlalu banyak,terlihat kotor.Cukur higienis kumismu dan potong sebagian dari jenggotmu.Hal itu akan menjadi salah satu syarat penting bagimu,juga sebagai tanda kepada ghaib,bahwa kamu telah bertaubat nasuhah,’’desis kyai.
Setelah saya menggunakan king safir,aku mencicipi diriku melayang keluar masjid.Tubuhku tiba-tiba menjadi ringan dan enteng.Lalu sehabis mencium tangan Kyai dan memeluknya ,aku pamit menuju pelabuhan Port Elizabeth,laut selatan Cape Town.Di apartemen Virginia Cloudy,aku menemui lima temanku yang sedang merakit bom.Aku di sambut hangat oleh mereka dan semua memelukku.
‘’Kami menerka engkau mati di tembak CIA,Intelejen Amerika Serikat dikala kamu pergi menghilang.Kami semua was-was dan cemas memikirkan keadaanmu,’’ungkap Iman Benoa,pemimpin teror kepadaku.
Soal pertobatanku dan rencana mundur,aku sangat rahasiakan kepada Iman benoa.Juga saya rahasiakan kepada teman-temanku.Aku segera di tanyai oleh Iman Benoa dan teman-teman teroris.Mereka bertanya kemana saya pergi,apa keperluanku pergi,dengan siapa saja saya bertemu.Setelah kukatakan bahwa saya sedang menggambar,membuat sket dan sketsa kedutaan yang akan kami ledakkan,jam berapa saja banyak calon korban dan pukul berapa ideal memasang jaringan bom,barulah mereka mengerti.Aku tidak di tanya lagi dan saya pergi kekamarku untuk tidur.
Mungkin alasannya yakni saya tidur,aku selamat dari pembunuhan.Lima temanku,di grebek oleh Intelejen Barat bersama tentara Cape Town dan mati semua.Aku yang tidur di balkon,tidak terlihat dan saya melarikan diri.Aku segera ke rumah pak Kyai dan saya di sembunyikan di dalam gudang belakang rumahnya.
‘’Cincin mistik itu telah di perintahkan dewa untuk menyelamatkanmu.Jin di dalam cincin itu yang menutupimu hingga Intelejen Barat itu tidak melihatmu,’’ungkap kyai.Aku gres menyadari,bahwa saya mengenakan cincin pertolongan kyai dikala tentara bersenjata menyergap kami.
Arkian ternyata keberadaan kami di Afrika Selatan sudah di endus oleh intelejen.Sejak kami berangkat dari London,Inggris,kami sudah diikuti.Pemboman itu telah terdeteksi abdnegara dan nama-nama kami telah masuk kedalam data base intelejen dunia.khususnya intelejen anti teror.
Kyai Haji Muhammad Muhtar segera merituali saya dengan cara-cara khusus.Aku dimintanya segera pergi dari Cape Town dan kembali ke Indonesia.
‘’Tapi kamu jangan tinggal dikota.tinggallah di desa,jika perlu di pegunungan yang sepi,jadilah petani,hiduplah dengan flora dan ternak.Ini biayamu,modal untuk bertani dan berternak juga ada di dalam tas ini,’’ Kyai Haji Muhammad Muhtar,sambil menawarkan tas warna hitam besar kepadaku.Untuk keamanan perjalananku,aku tidak di perkenankan naik pesawat,namun saya diharuskan naik kapal laut.Menumpang dengan kargo berbendera Indonesia yang sandar di Pelabuhan Derby Port,Cape Town Timur.
Kyai Haji Muhammad Muhtar mengantarkan saya ke Derby Port dan menemukan kapal kargo berbendera indonesia yang di kapteni oleh Capt.Idral Zaron.Aku di perkenankan ikut kapal mereka dan tidur di dek.
Aku mencium tangan Kyai Haji Muhammad Muhtar dan kyai memeluk saya dengan air mata.Aku pun,tidak tahan menangis meninggalkan Kyai Haji Muhammad Muhtar di Derby Port itu.
Setelah hening di kapal,malam harinya kapal berangkat ke Indonesia melewati samudera hindia.Dua ahad perjalanan laut,sampai kapal kargo itu di selatan sunda kemudian menuju Tanjung Priok,jakarta utara.Setelah mengucapkan terimakasih kepada Capt.Idral Zaron dan para pekerja kapal,aku segera pulang kekampungku di Lombok,Nusa Tenggara Barat.Sesuai tawaran kyai,aku dilarang jalan udara,maka itu saya tidak naik pesawat .Aku naik bis dengan sambung menyambung hingga denpasar Bali.
Setelah menginap satu malam di losmen murahan di Jalan Diponegoro Denpasar,aku segera naik bis lagi menuju Padang Bay,lalu menyeberang dengan kapal ferry di Selat Lombok menuju pelabuhan lembar,Mataram.
Sesampainya di Mataram,aku menemui Ayah,Ibu dan keluarga besarku,aku bermukim di kampung bangkiang,di atas Laut Senggigih,Lombok Barat.Aku berternak sapi,domba,kambing dan ayam dengan modal pertolongan Kyai Haji Muhammad Muhtar .Lain dari itu saya membuka ladang pertanian.Aku bertanam lengkeng bangkok,rambutan dan durian montong.Belakangan ternak dan perkebunanku menghasilkan besar-besaran dan saya bisa membantu membangun mesjid,pesantren di beberapa titik di Nusa Tenggara Barat.
Pada dikala dalam ketenanganku bertani dan berternak di lereng gunung,tiba-tiba tengah malam,pukul 23.30 hari senin kliwon,6 januari 2014 lalu,dari langit turun dua puluh tiga kelebat benda hitam di depan gubukku.Aku segera mengambil senter berkekuatan besar dan menyenteri mereka.Mereka semuanya orang kulit putih,laki-laki,perempuan,tua,muda dan anak-anak.Mereka menangis menuntut pertanggungjawabanku.Mereka ternyata arwah dari korban pemboman yang saya lakukan di Inggris beberapa tahun lalu.
Tuntutan mereka,supaya satu kaki dan satu tanganku di serahkan kepada mereka.Namun alasannya yakni saya merasa bersalah,telah membunuh mereka yang tidak berdosa,maka saya menyerahkan semua yang mereka butuhkan.Aku nrimo menyerahkan apa yang dituntut oleh mereka.Aku siap menawarkan dua tangan dan dua kakiku,jika itu bisa menebus kesalahanku pada mereka.
Pada dikala ke 23 orang itu menyerang akan memakan dua kaki dan dua tanganku,tiba –tiba seseorang terbang dari langit,turun kehalamanku.Sosok itu mencegah saya menyerahkan semua kaki dan tanganku.
‘’Jangan,jangan,jangan berikan kaki dan tanganmu kepada zombie-zombie itu.Mereka bukan manusia,bukan arwah tetapi jin jahat penghuni bahari selatan,’’teriak sosok itu,keras.
Duh Gusti,di luar dugaanku,sosok misterius itu ternyata Kyai Haji Muhammad Muhtar.Dia terbang dari Cape Town,Afrika selatan dalam hitungan menit ke Gunung Rinjani,lalu turun untuk menyelamatkan aku.
Dua puluh tiga makhluk yang memang menakutkan ibarat zombie itu,mundur dan lenyap dalam hitungan detik.Kyai kemudian tiba mendekatiku dan saya memeluknya erat.
‘’Bukan hanya kaki dan tanganmu yang akan diambil,tapi juga nyawamu.Kau akan di bunuh oleh iblis-iblis Samudera Hindia itu.Mereka bukan arwah pembomanmu di Inggris itu,tapi mereka yakni iblis yang diutus Raja bahari selatan untuk menghabisimu,’’tukas Kyai Haji Muhammad Muhtar,kepadaku.
Malam itu,Kyai tidur di gubukku.Hingga subuh kami ngobrol dan saya di berikan dasar-dasar ilmu terbang.Selain mantra,aku di berikan jimat ilmu melayang,jimat berbentuk kaps kecil yang baunya harum ibarat parfum produksi Perancis,Elizabeth Arden.
Setelah sembahnyang subuh,kami berdua tidur.Begitu terbangun,hari sudah menjelang siang dan saya segera mengurus ternak untuk di beri makan.Kyai memperhatikan saya dari kejauhan.Kyai senang sekali saya melaksanakan perintahnya untuk menjauh dari kota dan berternak serta berkebun di Hutan kaki gunung.
Usai Sembahnyang Ashar,kyai melatih saya terbang.Di luar perkiraan,tiba-tiba tubuhku menjadi ringan ibarat kapas dan saya bisa terbang,melayang-layang bagai kapas di bawa angin.Tubuhku yang ringan berputar-putar di atas Nusa Tenggara Barat,lalu kembali lagi ke gubukku di kaki gunung Rinjani.
Begitu mendarat di halaman,sudah maghrib dan kami berdua sholat bersama.kyai menjadi imam dan saya menjadi makmum.Seusai sembahnyang maghrib,kyai pamit untuk pulang ke Cape Town,Afrika Selatan.Kyai berkonsentrasi penuh dan mengecil,lalu menjadi kapas dan terbang ke arah barat.Dia pergi menyusuri langit bersama angin menuju Cape Town.
Sebelum pergi kyai mengatakan,bahwa dia yakni Paku Bumi,paku penyelamat Afrika Selatan.khususnya untuk kaum minoritas muslim di Cape Town.Untuk itu walau dia sangat cinta indonesia,namun ia akan tetap tinggal di Afrika Selatan hingga nyawanya terenggut disana.Bila Paku di cabut maka ikatan dua papan akan terlepas.Papan ikatan dua agama di Afrika Selatan,akan terlepas bila saya pergi meninggalkan negeri itu.Kyai menawarkan aliran petuah kepadaku.
Bahwa kelak atau besok seandainya dia wafat,maka dia menyerahkan penggantinya berkedudukan di Cape Town.Penggantinya itu mengagetkanku,yaitu akulah yang ditunjuk,ditentukan sebagai pewaris tunggal paku pengikat agama di Cape Town,menyelamatkan pemeluk islam dari tekanan agama lain di negeri itu.
‘’Kaulah paku penggantiku dan kamu dilarang menolak.Maka itu,ketika kamu mau di habisi oleh iblis bahari selatan,maka buru-buru saya tiba menyelamatkanmu.karena apa?Karena kamu yakni paku agama yang dilarang patah.karena kaulah paku pengganti yang mengikat antara agama di Cape Town,’’tutut Kyai Haji Muhammad Muhtar,sebelum terbang ke barat Lombok,malam itu.
Kisah dialami oleh Abdul Gani Harun,sumber misteri

0 komentar:
Posting Komentar